KATALOG PAMERAN LUKISAN PAINTING EXPLORER KE-3 NEGERI DI CLOUD

USD1.1

Pameran ini unik karena hasil kuliah online di YouTube. Para seniman civitas akademikaKampus Seni Lukis Painting Explorer, di Loman Park Hotel Jogja, menyuguhkanlukisannya setelah karya tersebut didiskusikan di kanal YouTube PaintingExplorer.

PameranLukisan Painting Explorer ke-3 yang digelar 1 Juni hingga 1 September inimengangkat tema "Negeri di Cloud". Frasa ini merupakan pengembanganimajinasi negeri di awan yang kerap menjadi bayangan indah di masa kecil kekondisi negeri di cloud, yaitu jaringan internet yang penuh kemudahan sekaligusmenyimpan masalah teknologi informasi.

Kehidupannegeri di awan kerap menjadi lamunan ketika memandang langit yang dihiasi megaputih. Imajinasi itu semakin kuat saat terbang di atas awan. Kedamaian dannirkegaduhan seakan terjamin di sana.

Sementaraitu, awan yang dalam bahasa Inggris disebut cloud memiliki konotasitersendiri dalam dunia digital. Komputasi awan atau cloud computingmenjadi alam kehidupan unik di sana, di atas sana, atau seakan-akan di atasawan sana. Meskipun sesungguhnya cloud adalah jaringan internet antar komputer,ketika mengunggah file, bayangan yang ada seakan menerbangkannya ke atas awan.

Apapunjenis file kini dapat diterbangkan ke cloud, tempat yang sangat luas tak tahubatasnya di mana. Namun benarkah kehidupan negeri di cloud seindah negeri diawan? Mengapa ada sampah di awan internet? Mengapa ada jejak digital di cloud?Imajinasi para seniman Painting Explorer mewujudkannya lewat lukisan.

 

ResponPara Seniman

M.Rizqon F. lewat lukisan “Berlayar diantara Data, Realita, dan Sampah”menggambarkan kehidupan di era sosial media ini sebagaimana berlayar di  antara data, baik yang bermanfaat sesuairealita maupun informasi yang sifatnya sampah tak berguna. "Jika kitatidak bijaksana memilah informasi yang masuk ke otak," kata Rizqon, "akanmempengaruhi perilaku secara individu maupun kolektif, dan tak lupa bahwasegala hal yang kita unggah di sosmed, cloud, kelak akan kembali padakita manfaat atau mudharatnya."

Masihdi Rizqon, ia juga mengangkat topik unik. Lukisannya yang berjudul “Raja HaluNegeri Cloud" menjadi sindiran atas realitas kekinian. Seseorang dapatmencitrakan dirinya sebagai apapun yang dikehendaki dengan menciptakanidentitas alternatif yang kemungkinan hanya sebuah halusinasi dirinya sendirimelalui aplikasi media sosial pada gawainya. Raja Halu menggambarkan sosok rajapalsu, hanya rekayasa, pencitraan diri sendiri di “Negeri Cloud” yaitu mediasosial, dunia maya. Padahal di dunia realita, bisa saja seseorang tersebutternyata hanyalah pengangguran, atau apapun yang jauh berbeda dari citra yangdia ciptakan di akun media sosialnya.

Kacamata unik digunakan Ikhfana Syafina. Sebagai dokter spesialis paru di Medan, iamengungkapkan pengalaman profesinya dalam lukisan “Siap Salah”. Karya catminyak di kanvas itu menceritakan seorang pasien yang sok tahu menggurui dokterkendati hanya berbekal informasi yang diperoleh di TikTok, YouTube, atau mediasosial lainnya.

Sementaraitu, kondisi cloud yang dapat bernilai positif dan negatif sekaligus diungkapAdi Riadi pada “Birunya Cloud”. Kanvasnya yang berukuran 110 x 70 cm inimenggambarkan birunya cloud, yang kini menyelimuti kehidupansehari-hari. Di tengah keberadaan cloud yang memberi harapan, munculkebingungan dan ketidakpastian. Pengguna terpesona oleh kecanggihan cloud,namun juga bingung, cemas dan merasa kehilangan dalam kompleksitasnya.

Adapunambiguitas disoroti Ahmad Fauzi di karya “Hukum Abstraksi Memasuki Cloud”.Sesuatu yang diunggah ke cloud, katanya, mengalami abtraksi. Unggahankelucuan, misalnya, dapat dipersepsi sebagai ledekan.

Keseruandunia hacker diangkat oleh Cong Phood via goresan ekspresif. Perupa yangmemiliki spontanitas goresan kuat ini mewujudkannya dalam lukisan cat akrilikdi kanvas 120 × 96 cm, “Peretas” yang dibuat tahun ini, 2024.

 

SenimanPainting Explorer dan Bintang Tamu

Terdapat23 seniman dengan 43 karya seni dalam perhelatan ini. Sebagaimana dalam pameransebelumnya, Pameran Lukisan Painting Explorer ke-3 ini menghadirkan senimancivitas akademika Kampus Seni Lukis Painting Explorer dan seniman bintang tamu.

SenimanPainting Explorer dalam perhelatan seni tahunan ini terdiri dari 3 negara. CongPhood mengirimkan karya dari Malaysia dan Badruzzaman berpartisipasi dari Jepang.Seniman lain berasal dari berbagai kota di Indonesia yang datanya dapat dilihatpada bagian seniman dan karyanya. Mereka terdiri dari: Adi Riadi, Agillient,Ahmad Fauzi, Amanda Andrenita Wijaya, Anandhita Alvina Damayanti, Deni Je,d.koestrita, Edi Soe, Ibrahim Kariba, Ikhfana Syafina, Khuria, Mbah Wo a.k.aMaelan, M Rizqon F, Moell, Paulus Irawan Winata, Reno Iskajaya, Sugeng Pribadi,dan Triyono.

Sebagaicatatan, Sugeng Pribadi dan Ahmad Fauzi adalah alumni yang telah lulus dariKampus Seni Lukis Painting Explorer, keduanya berhasil menyelenggarakan pamerantunggal dengan minimal 25 lukisan.

Sementaraitu, Seniman Bintang Tamu terdiri dari Amir Hamzah selaku Dosen Seni Lukis ISIYogyakarta, Fachriza Jayadimansyah sebagai Dosen Seni Lukis IKJ Jakarta, dan TaqiyyaKinayu Aruming Jagad Mahasiswa ISI Yogyakarta.

FachrizaJayadimansyah mengirimkan karya unik berjudul “Cloud”. Ia memandang bahwa perkembanganteknologi yang begitu pesat dengan luasnya informasi bertebaran di awan. Halini menjadikan kita susah untuk memilah antara yang benar maupun yang hoax. Dampaknyasangat berpengaruh pada perilaku maupun sudut pandang dalam menyikapi suatu haldalam kehidupan. Untuk itu, kunci dalam menyikapinya adalah mulai dari diri sendiri,perlu memilah data informasi yang falid, sehingga apa yang ada dalam cloudtidak berisi sampah informasi yang berdampak negatif. Harapan Riza, demikianseniman ini biasa dipanggil, masyarakat dapat memetik kebaikan dan lebih cerdasdalam memilih serta bersikap terhadap perkembangan teknologi saat.

 

PodcastShow di Malam PembukanPameran

Pembukaan disetting sebagaimana podcast ala YouTube.Deni Je selaku konten kreator kanal YouTube Painting Explorer maupun dosenpengampu di Kampus Seni Lukis Painting Explorer bertindak selaku host. Podcastshow ini dilaksanakan hari Sabtu tanggal 1 Juni 2024 pukul 19:30.

Sebagaimana padapameran sebelumnya, dalam pameran ini juga diselenggarakan Orasi Seni yang dibawakan oleh Syahrizal Pahlevi. Perupaini adalah provokator. Ia menginspirasi masyarakat untuk menciptakan karyaseni, dan menggerakkan seniman untuk aktif berkesenian. Lelaki kelahiranPalembang 1965 yang kini tinggal di Jogja ini telah melanglang buana untukresidensi seni, termasuk ke Japan, AS, dan China. Ia sudah 24 kali berpamerantunggal. Ide-idenya kerap iatuangkan lewat workshop, antara lain: bengkel seni woodcut di Museum Affandi Yogyakarta dan Red Mill Gallery Johnson Amerika. Selain membuat karya senigrafis, ia juga menulis dan menjadi kurator. Gerakan fenomenalnya adalah JogjaMiniprint Biennale (JMB).

Sementara itu,pameran dibuka oleh Lutse Lambert Daniel Morin, seniman yang juga pejabat kampusISI Yogyakarta. Begitu masuk ruang kerja pria kelahiran Jogja 1976 ini, kitadisuguhi suasana unik. Kantor Asisten Dekan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakartaitu penuh dengan karya seni 3 dimensi yang terbuat dari baja bekas. Perupa inimemang langka, baik berkarya maupun menjabat, keduanya dikerjakan dengan total.Karyanya telah dipamerkan di Seoul, Shanghai, Tokyo, Kuala Lumpur, Budapest,Los Angeles, dan tentu saja berbagai kota Indonesia. Pernah pula mengisi kuliahseni di  Seoul Institutes of The Arts,Korea Selatan.

Dengan Pameran LukisanPainting Explorer ke-3 "Negeri di Cloud" ini, semoga gairahberkesenian para seniman yang selama ini susah terjangkau gempita episentrumkota seni semacam Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Denpasar, dapat merasakangetarannya. Painting Explorer berusaha memanfaatkan teknologi informasi, sepertiYouTube yang disupport Instagram, Facebook, dan TikTok, untuk menggempakan passiontersebut. []

  • https://drive.google... ​ Link

More from Painting Explorer

REVIEW ARTIKEL PARADIGMA ILMU SOSIAL-BUDAYA SEBUAH PANDANGAN

USD0.79

Buku KEMATIAN YANG INDAH: Lukisan Ophelia dan Estetika Kelelahan Manusia Modern

USD1.59

Buku BOHONG YANG DIPUJA: Membaca Ulang Lukisan Mona Lisa dan Cara Kita Mengagumi Seni

USD1.59

Buku NAPOLEON TIDAK PERNAH MENYEBERANGI ALPEN: Pencitraan Pemimpin dalam Lukisan Jacques-Louis David

USD1.59