EYANG SEMAR
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
HIDUP INI DARMA WAWAYANGAN
SOSOK EYANG SEMAR
Adalah gambaran Sepuh yang dalam ruang lingkup masyarakat yang sederhana dalam perilaku dan kehidupan gambaran tersebut adalah yang selalu diikuti oleh Para Punakawan yang selalu dalam suasana senda gurau canda ria dalam keluarga yang tergambar dalam kehidupan lingkungan keluarga yang harmonis dan gambaran suatu kehidupan keluarga yang humoris akan tetapi di barengi dengan sikap tatakrama, budi luhur, menjungjung tinggi adat istiadat dan sangat menghargai seni budayanya.
Citra Sosok Lurah Semar Badranaya adalah nama lain yang sering terdengar dalam sebutan dunia pewayangan, menjadi contoh figur filosofi adab kerukunan akan indahnya suatu keluarga disamping mempunyai Ilmu sakti yang mumpuni akan tetapi dlm sosok pribadinya yang bersahaja atau low profile, suka menolong yang sedang membutuhkan dan memberi petuah kepada yang tersesat dan membantu yang lg kekurangan, itulah titis tulis titisan tumaritis yang bergelar Sanghyang Ismaya/Ismoyo, ada disuatu tempat yang sudah berbeda chaaingnya, juga Aki Kebon dekat berkeliaranya Burung Besi dekat kebon buah Indramayu tapi sudah tiada dan mungkin sudah pindah tempat, serta Aki Pancing untuk pemanjing jalana hurip rukun sauyunan sabilulungan sudah berpindah ke Ujungkulon, rempak sekar serta gotongroyong untuk mematrikan puser dayeuh yang berada di Ujung kota kiasan akan mendapatkan keJayaannya di pasieup ku indahnya diantara 2 (dua) Gunung yaitu Gunung Ciremai dan Gunung Tampomas pada masa jayanya Jaman Eyang Dalem Surya Kencana, Eyang Embah Buyut Yudha Jaya, Eyang Buyut Mbah Surya Nagara dan di kawal Embah Buyut Sahabat, yang selalu menjalin persahabatan di dalam maupun di luar negeri.
Sifat Tauladan Beliau Tugasnya Mengemong Para Putra Pandawa adalah ciri naluri Sang Tokoh, untuk menegakan keadilan dan menjungjung tinggi2 kebenaran.
CatatanSejarahMenoreh bahwa dalam satu lelaku ceritera dia ditemani oleh Aki Lengser karena dalam firasat lelakunya akan kedatangan tamu utusan Para Ksatria dan Srikandi Pandawa dari Madukara yang sudah di perjalankan oleh Alam Buana Reksa yang di Kawal Oleh Syech Mutakin gambaran Syech Siti Jenar akan terjadwal serta terlahir dan mekarnya Bunga atau Kembang Cangkok Wijaya Kusumah di Bumi Parahiyangan Padjadjaran yang Memperkokoh, Menyatukan, Menghormati, Mengangkat Derajat, Menyantuni dan Memakmurkan Para Pejuang Seroja dan Menjungjung Tinggi Para Patriot Bangsa itulah sebagai kodrat Sunda Wiwitan di Se Taman Batu Tulis Padjadjaran 230117 pada jam 01.01 pada Waktu zamannya, yang di iringi oleh alunan haleuang wangsitnya ngagagas perjalanannya Sang Cah Angon Syech Abdul Qodir Jailani Al Bagdadi, di senandungkan secara khusyuk oleh Aki Lengser di patempatan Putri Bungsu ke-7 dan biaya perjalanan di rojong oleh Putri ke - 5 [Bandung] yang masih turunan dari Pangeran Sugih [Kerajaan Sumedang Larang], Putri ke-7 dalam Putri Bungsu yang terbuang dan tercampakan pada ceritera sang dalang, bahwa harus memetik hikmah dan menitis karomah yang harus diperjalankan Wangsit yang lain yaitu Wangsit Siliwangi segera menuju mencari lebak cawene, untuk membuka peradaban Baru Nusantara, Menata tatanan baru yang didalamnya tersimpan mutiara bahwa harus bisa memberikan kemakmuran yg tercurah dan ternikmati oleh kaum yg lemah serta Rahayat seluruh Nagari, menjadikan Umat yg Rahmatan Lil Alaamiin serta menjadikan Nagari yg Baldatum Toyibatum Warobun Gofururrohim, Aamiin Ya Robbalalaamiin.
Lumampah Para Sang Ksatria Pandawa Limo menyusuri siloka Siliwangi untuk memunguti kalakay jeung runtah yang sekiranya bermanfaat dan atau untuk disimpan untuk serta dimanfaatkan kemudian hari pada ceritera tersebut untuk sebagai bahan pedoman pada yang berada dalam perjalanan, akan tetapi dalam perjalanan akan banyak menemui godaan dan ujian dari sifat2 dan Sosok Wayang2 yang akan sikapnya selalu menghambat dan sering alergi kepada kebenaran yg dibawah ini dan tidak ingin Nusatara Baru ini Terbuka, diantaranya adalah sbb :
1. Sosok Sengkuni.
Sifat sebetulnya sangat bagus
dan selalu ketemu yg sering
mengaku2 menjadi sebagai
Ibunda,
arti logika dan sesuai dengan
ciri2 akan tetapi mempunyai
sifat tersembunyi didalamnya
adalah ingin dgn rasa
keakuannya untuk mengusai
dan memfrotecksi yang
menjadi sikap berlebihan
kepada arti yang sebenarnya
dan pada akhirnya akan
mengusai materiil maupun
moriil.
2. SosokCakil
Pada dasarnya sama hanya
sikapnya mengaku2 untuk
memanfaatkan keadaan dan
numpang kehidupan dan
sekaligus mengatur
pergerakanya.
3. SosokRahwana
Mengambil alih kekuasaan yang
dengan sengaja dengan
kekuatan ilmu gendam,
hipnotis atau ilmu pelet hitam
menundukan Sang Dewi Shinta
untuk mengusai Dana Ksatria
Pandawa dalam pengaruhnya
akan mengusai seluruh asset
dan kekayaan kerajaan untuk
di bocorkan untuk kepentingan
kehidupan Sang Rahwana yg di
sekap selama 3 bulan dalam
ceritera Rama - Shinta dlm
pewayangan, sehingga Sang
Dewi Shinta akan mendapatkan
kutukan karma yg mengerikan.
4. SosokTogog
Gambaran sifat sosok yang
suka menggosok kesana kesini
untuk mendapatkan
keuntungan dari
kepentingannya sehingga
mendapat keuntungan pd ke
dua belah pihak yang
bersengketa, mindsetnya luar
biasa dari luar dan pihak umum
sangat menggiurkan bersih
menata, akan tetapi hati2 dari
pada ada kepentingan yg
tersembunyi karena ingin
terpuji dan terselip
kepentingan pengaruh dr luar
aseng karena dari selimut
atau penutup yg indah tetap
harus hati2 lan waspada
karena memperbaiki akan lebih
sulit dari pada membuat hal
yang baru dan dibalik cakar dan
taringnya untuk siap
menerkam dan membantu
golongan dan kelompoknya,
itulah cermin sosok point 4 ini,
kalau dlm dunia politik kutu
loncat maunya menclok pada
dahan yg lebat buahnya sajah
[Tidak punya pendirian tetap]
ada uang disitulah dia berada.
5. SosokResiDorna
/ResiKombayana Sosok tokoh
ini sering mengadu domba dan
dia sejati dan tetap membantu
walaupun salah/benar tetap sll
membantu kelompok pihak para
kurawa jadi anti dr pada
kebenaran itu sendiri serta
akan selalu mendiskreditkan
musuhnya dari segala hal,
adapun cirinya salah satu
tangannya suka tetap ditekuk
dan tetap mengaweawe atau
melambai2 menyerupai dahan
pohon kelapa, dagunya lebih
dulu maju dari pada jidatnya
wajah dia selalu menengadah
ke Atas tapi tatapannya tidak
lain menatao selalu kebawah
dan itu semua mengandung arti
siloka apabila dijabarkan akan
sangat panjang jadi sahabatku
dan Saudara-Ri Nuswantara
mungkin lebih memahami.
Kita dan Para Ksatria dan Srikandi Nuswantara akan memerangi sosok sifatnya bukan Personalnya untuk dapat bisa melebur dan bisa dihilangkan dari jiwa2 nusantara supaya menjadi melebur dan tetap menjadi jati diri Bangsa yang Sejati dan Seutuhnya, Apabila sesuatu kaum tidak bisa merubah kejalan yang lebih baik, yakinlah Alam akan senantiasa menyaring, Allah Maha Besar dari segala yang diciptakan'Nya.
Mudah2an Para Ksatria dan Srikandi tetap semangat untuk berjuang menegakan Nusantara yang menjadikan Bapak Bangsa2 dan Menjadi Nagari di puncak Mersucuar Dunia, berdirilah pada Jati Diri Bangsa, Jungjung Adat Istiadat Seni Budaya Bangsa, Selalu Amalkan Pancasila Sakti, Satukan Bhineka Tunggal Ika, Tetap Merah Putih, Indonesia Raya, NKRI Harga Mati, Semangat menuju Kemerdekaan yang Hakiki yakin Bangsa ini bisa, Aamiin
Salam Silih Asah, Asih dan Asuh
Jaja Juharja
Salam Siliwangi Terakhir.
Salam Kokok Ayam Jantan Dari Timur
Salam Kembang Cangkok Wijaya Kusumah Menggapai Seroja.
01 Jun 2020
01 Jun 2020
26 Aug 2020
29 May 2020
10 Sep 2020
25 Nov 2020
25 Nov 2020
25 Nov 2020