Kesasar Di Belantara Hutan Akasia PT. Finnantara Intiga Sintang
Karena kebutuhan pentingnya informasi pada saat itu yang dibutuhkan oleh Perusahaan perkebunan tersebut, informasi yang terkirim akan sangat cepat bisa diterima oleh kantor pusat karena terkendala jarak, waktu serta kondisi jalan, sehingga PT. Finnantara Intiga Sintang sangat membutuhkan sebuah tower telekomunikasi untuk bisa menyambung dan berhubungan dengan kantor pusat perusahaan tersebut sehingga tidak terkendala lagi dalam kaitan informasi tersebut, dan secara kebetulan team kami yang di percayakan oleh Vendor Indosat - Alcatel Lucent kepada Team kami yaitu PT. Alita Kalyanamitra di Area Kalbar dan lokasi tersebut di lokasi area PT. Finnantara Intiga Sintang tersebut.
Sebuah cerita perjalanan yang kesasar di bekantara hutan produksi di pedalaman Kalimantan Barat serta kandungan serta seisi misterinya diantaranya, adalah ;
1. Mobil tiba-tiba tersangkut disaat
melewati jembatan kayu pada
posisi jalan licin dan berlumpur,
padahal ban mobil belakang
cuman terganjal kayu jembatan
cuman setinggi 2 cm, naluri saya
berkata ini mobil hanya bisa di
tertolong oleh dua orang yang
mebawa motor berduaan saja,
daripada terus ban diputar dan
dicoba terus ; resiko bahan bakar
karena perjalan masih jauh, ban
mobil makin botak dan panas
jadi tetap saya menunggu orang
datang membantu, ada dua
motor yang beriringan datang
karena sesuai naluri bukan orang
tersebut jadi saya tidak
menawarkan bantuan dan
merekapun lewat begitu saja
tanpa peduli ke kita sedang
tersangkut, akhirnya yang
ditunggu datang, pertama saya
tidak percaya bawa motornya
kletet-kletet tapi yang menump-
ang motornya diatas pada tinggi-
tinggi dan berbadan besar
[karena naluri saya inikah
orangnya] tanpa ditawari orang
tersebut menawarkan mari kita
bantu dan tanpa lama saya
nyalakan kontak mobil, hanya
dengan waktu 5 menit mobil
sudah tersebut melewati lobang
tersebut, saya tidak lupa
mengucapkan terima kasih
sama di Bapak berdua tersebut
sambil keluar mobil dalam posisi
menyala untuk mecari air yang
menggenang untuk mencuci
tangan dari lumpur dan
membersihkan sepatu dari tanah
yang lengket di gesek-gesek
sama rumput teki yang menghijau
tumbuh di pinggir jalan.
2. Karena situasi perkebunan Akasia
dan Kelapa Sawit di lingkungan
PT. Finnantara Intiga tersebut
sangat luas dan rindang serta
antara blok yang satu dengan
yang lain hampir mirip situasi
jalan dan perempatannya padahal
waktu itu kita juga mengaktifkan
GPS Garmin merk dari Jerman,
tidak dari biasanya GPS tersebut
hanya muter-muter disitu juga
sampai pada BBM solar sudah
menipis berputar-putar di
perkebunan tersebut, sudah
mungkin ada 3 jam apabila tidak
tersasar magrib sydah masuk di
pinggiran Kota Sintang, karena
tersasar jam 18.00 WIB masih
berada di area perkebunan signal
hp tidak ada bar sedikitpun
alhasil blank spot, akhirnya
menunggu di jalan yang agak
lebar dan banyak bekas terpakai
kendaraan sebelumnya, eh
Alhamdulillah ada orang Dayak
sekeluarga kebetulan lewat
karena posisi sangat gelap, kita
juga berusaha bertanya untuk
keluar ke arah kota sintang
kesebelah mana Pak, merekapun
menunjukan arah kearah sudah
bolak-balik kita lewat kearah
tersebut tapi tidak ketemu jalan
yang tadi yangvtekah ditunjukin
sama si Bapak, itulah keajaiban
dalam posisi gelap mata . mema-
ndang, posisi tampak
didepan mata kita melihatnya
akan tetapi seolah hilang karena
kebingungan, kecemasan dan
menjadi halusinasi yang menu-
tupi pandangan dzohiriyah
yang sesungguhnya.
3. Karena disana memang tidak
ada angkutan, terpaksa kami
mengantarkan para tukang dan
orang kerja ke area perkebunan
tersebut, karena mobil satu
dipakai ke Pontianak saya
terpaksa meminjam mobil
Mitsubishi Kuda Diesel yang
punya temen satu team
[perusahaan] kantor yang
mengerjakan Project Direct
Indosat, karena ada dua team
Project yang menjalankan
pekerjaan Indirect melalui
Vendor Alcatel Lucent Indonesia.
Akhirnya sayapun jalan sece-
patnya agar supaya jangan
sampai kemalaman di area
perkebunan, karena sudah
beberapa kejadian yang telah
di alami disana karena saking
luasnya mungkin ratusan ribu
ha, setelah mengantar para
pekerja selesai, saya juga
bergegas arah pulang karena
waktu sudah mulai agak gelap
saya berusaha memotong jalur
perjalanan supaya agak lebih
cepat, tapi diluar perkiraan saya
karena hari sudah mulai gelap
pas pada kondisi jalan menuruni
lembah uang biasa saya lewati
sebagai jalan tembus mobil
masuk turunan dengan jarak
hanya 4 m (kurang lebih sepan-
jang mobil tersebut) roda mobil
sudah terbenam semua hampir
nempel di body mobil di gas
malah makin terbenam, saya
keluar mobil lampu sudah
dinyalakan posisi mobil masih
menyala saya berusaha mencari
tanah yang lebih tinggi disebelah
kiri mobil, diatas dataran yang
agak tinggi saya berdoa, karena
hati saya merasa yakin dan sa-
ngat percaya semua pasti ada
pertolongan, karena pada posisi
jam pada saat membutuhkan
tidak mungkin orang setempat
berkeliaran di tengah hutan
belantara tersebut, tapi kali ini
doa saya tertuju pada Sang
Maha Pembolak-balik hati dan
pikiran kita, bagi'Nya atas segala
karunia'Nya serta Jaromah'Nya
tidak ada yang tidak mungkin
dan tidak bisa, tetap saya ber-
serah kepada'Nya Allah SWT,
dengan mulai
bismillahirrahmanirrahim, saya
melihat dengan tenang kondisi
mobil didepan terdapat cekung-
an tanah berlumpur kemungkin-
an jaraknya kurang dari satu km
yang rusak dan tanah lebek dan
berlumpur dan tidak ada tanda-
tanda bekas ban mobil diatasnya
ini hanya bisa mengucap la
haulawala kuatabillahi aliyyil
adzim, saya menaiki mobil dan
menutup pintu dan mengunci
clock, saya memegang stir mobil
dan berusaha fokus tangan kaki
di gas kompling dan perseneling
di tanang kiri, sampai suara mobil
ku ingin mempersatukan energi
hanya dari Engkaulah yang
memberi atau mengabulkan
sebuah Energi tergabung atas
Hakekat'Mu, Alhamdulillah dalam
saya bersamaan dengan kopling
ditarik pelan-pelan das gas mulai
berderu, entah kenapa tenaga
mobil begitu kuat dan serasa ada
yang mendorong dengan kekuat-
an yang sangat luar biasa, pantat
mobil sangat terasa meliuk ke ki-
ri dan kanan dengan gagahnya,
cuman dengan waktu 10 menit
berlalu hutan dibelakang tersebut
saya pantang untuk melihat ke
belakang kembali, terus melaju
selama 2 jam sudah sampai di
pinggir kota sintang , untuk
menghilangkan kelelahan saya
yang telah terlewati saya
memesan kopi hitam dan satu
porsi sate kambing Madura yang
biasa kita sudah berlangganan
dan selalu manpir, dan saatnya
saya mengucapkan rasa bersyu-
kur yang sangat dalam ke
haduratmu ya Allah ya Robb,
apabila Engkau tidak mengabul-
kan mungkin saya menunggu
sampai besok pagi terkurung di
tengah hutan belantara, Aamiin.
Setelah selesai sayapun melanjutkan perjalanan dari Sintang ke Kota Sanggau mungkin kurang lebih 3.5 jam posisi saat itu sudah menunjukan jam 22.00 WIB malam, lanjut ke kota Sanggau dalam suasana di guyur hujan yang sangat lebat sekali selama dalam perjalanan, Alhamdulillah pada jam 01.30 lebih sudah masuk Kota Sanggau.
Begitulah pengalaman yang sangat mengesankan dan menjadi bahan masukan atau pertimbangan bagi yang selalu mobil dan biasa mengerjakan Project di luar kota, semoga bermanfaat atas semua ujian maupun cobaan, karena kita cuman hanya bisa menjalankan dari stareatnya Aamiin.
Jaja Juharja
Salam Siliwangi Terakhir.
Salam Cangkok Wijaya Kusumah Menggapai Seroja
17 Jun 2020
13 Jun 2020
26 Aug 2020
29 May 2020
10 Sep 2020
25 Nov 2020
25 Nov 2020
25 Nov 2020